Andong

andongNama
Lokal
Kayu urip (Madura), endong (Bali), penjuang (Dayak), hanjuang (Sunda), andong (Jawa), silinjuang (Batak).
Latin
Cordyline fruticosa

Kegunaan
Sebagai tanaman hias.

Bagian yang digunakan untuk herbal
Bunga, daun, dan akar

Efek herbal
Hemostatik dan antibengkak.

Empiris
Andong digunakan untuk menghentikan pendarahan dan menghilangkan bengkak. Ia juga digunakan untuk mengobati TBC dan nyeri lambung. Herba ini termasuk jarang digunakan untuk pengobatan.

daun-andong

Biasa digunakan sebagai tanaman hias

Senyawa aktif
Senyawa aktif dari herba ini masih banyak belum diketahui. Secara garis besar daun andong mengandung senyawa saponin, flavonoid, steroida, poliskarida, dan polifenol.


Bukti ilmiah
-

Resep
Batuk darah
Daun andong Cordyline fruticosa 5 helai diseduh dalam 1 gelas air panas. Dinginkan. Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Antibengkak
Daun andong Corydyline fruticosa 10-13 lembar dicuci, ditambah garam, lalu ditumbuk hinga halus dan bercampur. Oleskan di luka, lalu balut dengan kain kasa.

Sumber : Herbal Indonesia Berkhasiat. 2013. Trubus

Posted in Gangguan THT, Jamu, Perdu, Tanaman Hias | Leave a comment

Jalan menuju pembuktian

Posted in Tanaman Herbal | Leave a comment

Promosi pengobatan tradisional

WHO selaku pemangku organisasi kesehatan tertinggi dunia sedang gencar mempromosikan pengobatan tradisional sebagai sebuah solusi. Kombinasi penelitian modern dengan teknik pengobatan tradisional adalah sebuah misi yang sangat menjanjikan bagi kemajuan dunia kesehatan.

Video | Posted on by | Leave a comment

Kelor

Image

Aside | Posted on by | Leave a comment

Jarak

Jarak Nama
Lokal
Jarak (Jawa), kaleke (Madura), jarak jitun, kaliki (Sunda), dulang, jarag, gloah, lulang (Sumatera), malasai, alale, kalalei (Sulawesi), jarak (Bali), luluk (Roti), balacai (Ternate), tetanga (Bima).
Latin
Ricinus communis

Kegunaan
Minyak biji jarak digunakan sebagai bahan bakar alternatif, dipakai dalam industri cat, pelumas, plastik, dan rem kendaraan. Bungkil biji jarak bersifat sangat beracun, dapat digunakan sebagai pestisida alami untuk hama yang dikendalikan serangga, cendawan, dan nematoda parasit.

Bagian yang digunakan untuk herbal
Biji

Efek herbal
Jarak bersifat antiradang, membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, penenang, dan bersifat sebagai pencahar.

Empiris
Nenek moyang kita memakai biji jarak untuk mengatasi bengkak, berbagai penyakit kulit seperti bisul, koreng, jamur, kontrasepsi alami, dan gangguan sulit buang air besar. Akarnya dibuat ramuan penyembuh rematik dan bronkitis. Daunnya untuk sesak napas, hernia dan gatal.

Senyawa aktif
Daun mengandung kaemferol-3-rutinoside, nikotiflorin, isoquercitrin, rutin, kaempferol, quercetin, astragalin, reynoutrin, ricinine, dan vitamin C. Akar mengandung methyltrans-2-decene-4,6,8-trinoate, 1-tridecene-3,5,7,9,11-pentyne, dan beta sitisterol. Minyaknya terdiri dari ricinoleic acid, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, linolenic acid, dihydroxystearic acid, ricitinolein, diricinolein, monoricinolein, dan nonricinolein. Selain senyawa-senyawa di atas jarak juga mengandung ricin D dan ricinine.

Bukti ilmiah
Kontrasepsi alami
Biji jarak Ricinus communis dikenal sebagai bahan kontrasepsi alami. Pada skala laboratorium pada hewan uji, ekstrak biji jarak menghambat kematangan sel telur dan menurunkan jumlah kehamilan.

Mekanisme penghambatan terjadi lewat peran reseptor RCA-I (Ricinus communis agglutinin-I). RCA dan ricin merusak membran ovum dan meransang aglutinasi zona pellucida. Disamping itu ricin juga bekerja menurunkan jumlah corpus luteum penghasil progesteron. Jika jumlah progesteron menurun, kehamilan tak dapat dipertahankan, kemungkinan pengguguran naik, sehingga presentasi kehamilan juga menurun. Biji jarak memperpanjang fase maturasi ovum dan menghambat ovulasi. Namun, mengingat sifat biji jarak yang sangat toksik perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui cara pengolahan dan dosis yang tepat.

Resep
JarakGatal-gatal
Panaskan 7 helai daun jarak Ricinus communis di atas api. Lumatkan dan campurkan dengan minyak kayu putih. Atau bisa lansung diremas-remas dan ditempelkan di bagian yang sakit.

Radang sendi
Lumatkan 10-14 helai daun jarak Ricinus communis, tambahkan sedikit air hingga mengental. Balurkan pada bagian yang sakit.

 

Sumber : Herbal Indonesia Berkhasiat. 2013. Trubus

Posted in Jamu | Leave a comment

Menuju fitofarmaka

fitofarmaka

logo fitofarmaka

Potensi pengembangan tanaman obat menjadi motivasi terbesar dunia kesehatan. Menuju fitofarmaka memang membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Tapi dengan uji klinis akan dampak jangka panjangnya, merupakan harapan besar umat manusia. Jamu dan herbal terstandar saja tidak cukup untuk membangun pilar dunia farmasi yang kokoh.

Fitofarmaka dengan persyaratan aman, klaim khasiat berdasrkan uji klinik (diterapkan pada manusia), telah dilakukan standarisasi pada bahan baku yang dipergunakan, dan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku. Sebuah jamu akan melalui uji toksisitas, uji eksperimental pada hewan serta uji klinik fitofarmaka pada manusia yang meliputi pada manusia sehat dan pada pasien dengan penyakit tertentu. Hebat bukan? Kelak fitofarmaka akan menjadi saingan obat modern yang sering kali hanya berbahan baku hasil sintesis (buatan).

Beberapa tanaman yang telah melalui uji fitofarmaka yaitu:
1. Meniran
2. Temulawak
3. Seledri
4. Kumis kucing
5. Kunyit
6. Cabe jawa
7. Jambu biji
8. Ling zhi

Posted in Fitofarmaka | 2 Comments

Pernah dengar istilah OHT?

logo herbal terstandar

logo herbal terstandar

OHT (Obat Herbal Terstandar) adalah bentuk sediaan sudah berupa ekstrak dengan  bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. OHT merupakan tingkatan lanjutan dari penilitian dan pengembangan jamu melalui uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakologi dinamik (manfaat) dan teratogenik (kemanan terhadap janin). Herbal terstandar dapat naik kelas menjadi fitofarmaka jika telah diuji klinis (diuji pada manusia).

Beberapa tanaman yang telah masuk kategori herbal terstandar adalah:
1. Mengkudu
2. Salam
3. Jati belanda
4. Jahe merah
5. Sambiloto

Posted in Herbal Terstandar | 2 Comments

Apa itu jamu?

logo jamu

logo jamu

Tentu kita sering mendengar istilah jamu. Bahakan mungkin kita seringkali mengkonsumsinya. Sebagian besar dari masyarakat kita masih mengganggap bahwa istilah jamu sekedar pada ramuan tradisional yang dijual “di pasaran” dalam bentuk botol, sachet yang sekedar bermanfaat dari kebugaran tubuh bahkan dianggap sebagai “obat kuat”. Nyatanya, jamu bahkan memiliki potensi lebih dari itu, bahkan beberapa penggiat jamu, memberi keterangan bahwa segala macam penyakit dapat disembuhkan dari ramuan jamu.

Jamu adalah obat dengan bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan kemanannya telah terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun temurun. Disebut jamu jika telah digunakan masyarakat selama 3 generasi atau setara dengan 180 tahun. Tingkatan selanjutnya dari jamu dalah herbal terstandar dan fitofarmaka.

Posted in Jamu | 2 Comments

Temulawak

Nama
Lokal
Temulawak (Jawa), temu lobak (Madura), koneng gede (Sunda)
Latin
Curcuma xanthorrhiza

Kegunaan
Rempah penyedap masakan, pemberi warna kuning pada makanan.

Bagian yang digunakan untuk herbal
Umbi

Efek herbal
Temulawak biasa dibuat minuman untuk menjaga kesegaran badan. Sifatnya diuretk, antifungi, tonikum, dan meningkatkan sekresi empedu.

Empiris
Temulawak digunakan untuk mengobati hepatitis, radang hati, radang empedu, radang ginjal, batu empedu, kurang nafsu makan, diare, wasir, melancarkan ASI, dan kolesterol tinggi. Ramuan temulawak yang dikonsumsi secara teratur bisa menjaga kesehatan organ liver.

Senyawa aktif
Kurkumin, xanthorrhizol, germakron. Rimpang temulawak juga mengandung zat pati (58-60%), serat kasar (2,58-4,83%), abu (5,26-7,07), dan minyak asiri (1,48-1,63%). Minyak asiri bersifat meningkatkan produksi getah empedu dan mampu menekan pembengkakan jaringan di dalam tubuh.

Bukti ilmiah
Antikolesterol, antistroke
Hasil penelitian Prof. Dr. Suwijiyo Pramono Apt dari Fakultas Farmasi UGM menyimpulkan temulawak ampuh mengatasi kolesterol. Riset terbaru ahli fitofarmaka adalah khasiat temulawak sebagai antistroke. Xanthorrizol yang dikandung yang dikandung anggota keluarga Zingiberaceae itu bisa mencegah penyumbatan darah ke otak.

Antiplak, antimikroba, dan antibakteri
Penelitian Prof. Jae Kwan Hwang – Yonsei University menemukan hubungan temulawak dengan plak gigi. Terungkap xanthorrhizol pada rimpang temulawak tocker sebagai antimikroba dan dan antibakteri. Ekstrak temulawak membuat bakteri Streptococcus, Actinomyces viscosus, dan Porphyromonas gingivalis di gigi mati. Xanthorrhizol memicu denaturasi protein sel bakteri yang ujung-ujungnya memaksa protein itu keluar sel. Berikutnya sel akan mengkerut dan mati. Karena keampuhan itulah temulawak dilirik oleh berbagai industri pasta gigi.

Xanthorrhizol juga terbukti menghambat kolonialisasi Steptococcus. Daya bunuh senyawa aktif dalam temulawak juga terjadi pada Propionibacterium acnes, bakteri penyebab bakteri.  Penghambat terjadi lewat mekanisme penghambatan aktivitas lipase-semacam enzim katalisator.  Ekstrak rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza juga bereaksi positif terhadap terhadap dua spesies bakteri gram postif (S, aureus, B. subtilis), dan dua spesies bakteri gram negatif (E. coli, Salmonella sp).

Antioksidan
Dua senyawa aktif yang terkenal sebgai antioksidan adalah flavonoid dan alfatokoferol. Alfatokoferol merupakan turunan vitamin E yang bersifat larut lemak terkuat. Flavonoid diketahui memiliki aktivitas inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angogenesis, dan pembalikan resistensi multiobat. Temulawak juga memiliki kurkumin yang yang dikenal sebagai senyawa aktif yang diketahui memiliki efek antitumor, antioksidan, antiamiloids, dan antiinflamsi.

Penghambat osteoarthritis
Berdasarkan gejala klinis, khasiat temulawak imbang dengan obat-obat nonsteroid seperti piroxicam. Piroxicam adalah obat antiimflamasi nonsteroid yang biasa diberikan sebagai pereda rasa nyeri. Sayang, dalam jangka panjang obat-obatan nonsteroid berefek negative pada liver, ginjal, dan pencernaan. Temulawak unggul karena tidak memiliki efek toksit. Selain itu harganya murah dan mudah didapat. Variabel peradangan seperti angka leukosit dan viskositas cairan menunjukkan cairan sendi mengalami perbaikan. Artinya, temulawak mampu memperlambat proses degenerative sendi.

Hepatoprotektor
Temulawak dikenal sebagai hepatoprotektor, alias pelindung hati. Dalam 1 bulan temulawak  dapat menurunkan SGPT (serum glutamic pyruvic transminase) dan SGOT (serum glutamic oxaloacetic transminase) sampai 50%.

Antijamur
Temulawak yang mengandung xanthorrhizol sebagai antijamur menunjukkan respon potensial senyawa ini melawan beberapa spesies candida seperti C. albicans, C. glabrata, C. guillermondii, C. krusei, C. parapsilosis dan C. tropicali.

Antiimlamasi
Di beberapa negara, tumbukan halus rimpang temulawak digunakan sebagai masker dan obat luar mengatasi pembengkakan kulit. Kandungan senyawa aktif dalam temulawak menghambat 12-O-tetradecanolyphorbol-13-aceteta(TPA), senyawa pencetus edema pada tikus percobaan.

Anti plasmodial
Uji lain menunjukan ternyata temulawak bisa menekan serangan malaria. Data WHO menunjukkan 41% penduduk dunia beresiko terinfesksi malaria. Efek anti plasmodial ditunjjukkan dengan angka antiplasmodial yang terkategori sedang dan cukup menembus benteng pertahanan plasmodium yang resisten.

Efek hipolidemik
Kurkumin dilaporkan sebagai salah satu zat yang mempunyai efek menurunkan trigliserida pada tikus percobaan dengan cara menekan sintesis asam lemak

Antimaag
Aktivitas kurkumin sebagai antiulcer (pengikat asam lambung) dalam temulawak menurunkan produksi asam lambung. Selain itu kurkumin meningkatkan produksi mucus pada mukosa lambung sehingga terlindungi dari asam yang dapat melukai lambung. Sementara kandungan kalsium, natrium, magnesium, zat besi dan mangan ikut serta menetralisir asam lambung.

Tifus
Rimpang temulawak merupakan musuh bakteri Salmonella typi. Konsentrasi 20% ekstrak temulawak memiliki kadar bunuh minimal (KBM) Salmonella typi 100%.

Antidiabetes mellitus
Aktinoseminet dari temulawak menghasilkan inhibitor enzim, diantara inhibitor α-glukosidase. Senyawa ini menekan penyerapan glukosa pada pengidap diabetes tipe 2 sehingga kadar glukosa darah menjadi stabil.

Antitumor
Temulawak memicu sel B dan sel T selanjutnya meningkatkan respon imunitas sehingga kekebalan tubh meningkat.

Anemia
Peningkatan kadar Hn 6,67 g/dl dicapai dengan konsumsi konsentrasi temulawak 70%.

Resep
Penurunan kolesterol
Rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza dibersihkan dari kotoran yang menempel lalu dicuci. Blender bersama sedikit air. Rimpang tidak dimasak supaya senyawa aktif kurkuminnya tetap utuh. Hasil blender lalu disaring. Air hasil perasan diminum setiap hari, 1 gelas setiap hari. Biasanya dalam waktu 2 – 3 minggu kemudian kolesterol mulai mendekati normal.

Liver dan menjaga stamina
Rimpang temulawak Curcuma xanthorrhiza dicuci, lalu dikupas. Iris tipis-tipis. Rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Angkat, saring, dinginkan. Diminum setiap hari masing-masing 1 gelas.

Posted in Bumbu Dapur, Fitofarmaka, Perdu | 1 Comment

Lidah Buaya

Nama
Lokal
Lidah buaya, lidah boyo.
Latin
Aloe vera

Kegunaan
Lidah buaya digunakan sebagai shampo, faedahnya menyuburkan dan menghitamkan rambut. Di Amerika sebagai pewarna makanan. Dengan bantuan bakteri baik daging lidah buaya diolah menjadi nata de coco. Yang segar menjadi menjadi bahan minuman dan jus.

Bagian yang digunakan untuk herbal
Batang, daun dan bunga.

Efek herbal
Sebagai obat sakit kepala, lidah buaya bersifat mendinginkan dan membersihkan perut. Cairan air perasan daunnya dan gula sebagai antibengek, daun yang sudah dihasilkan sebagai obat luka bakar. Dalam industri kosmetik lidah buaya diolah sebagai lotion, pendingin wajah, dan tabir surya. Baru-baru ini mulai dicoba kerupuk lidah buaya. Lidah buaya bersifat antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, anticendawan, antiinfeksi, antiradang, antipembengkakan, antiaterosklerosis, antivirus, antiinflamsi, dan laksatif.

Empiris
Lidah buaya terkenal mampu mengatasi gastritis dan mag.  Lidah buaya berkhasiat sebagai antiradang dan antipembengkakan mengurangi gejala mag. Beberapa kasus diabetes juga mengalami kemajuan berarti setelah mengkonsumsi lidah buaya. Diduga kandungan mukopolisakarida (MPS) dalam lidah buaya sanggup mengontrol kadar gula dalam darah. Selain menjaga kestabilan gula darah, lidah buaya juga mencegah komplikasi akibat diabetes seperti hipertensi, kolesterol, jantung koroner, dan arterosklerosis. Lidah buaya juga dimanfaatkan sebagai obat asma, diabetes, dan epilepsi.

Senyawa aktif
Saponin, anthraquinon (aloin, barbaloin, asam aloetat, aloe emodin, yak ether), enzim oksidase, katalase, lipase, aminase, amylase, vitamin B1, B2, B6, B12, vitamin C, kalsium, natrium, kalium, mangan, seng, polisakarida, karbohidrat, asam amino, lemak, vitamin, mineral, enzim (oksidase, katalase, lipase, aninase, amylase), dan hormon.

Bukti ilmiah
Antihipertensi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan awal dari penyakit serius lain seperti jantung koroner. Kandungan flavonoida di dalam lidah buaya diduga mempunyai efek penurunan tekanan darah. Caranya dengan menghambat ACE (Angiotesin Coverting Enzyme) sehingga kadar angiotensin II menurun. Angiotesin II adalah hormone oktapeptida yang di produksi di paru-paru, dinding pembuluh darah, uterus, dan otak. Hormon ini berfungsi meningkatkan tekanan darah dan membatasi aliran darah sehingga mengurangi kehilangan cairan pada ginjal. Jika kadar angiotensin II berkurang peningkatan tekanan darah bisa dibatasi.

Hipoglikemik
Lidah buaya berperan sebagai agen hipoglikemik (penurun kadar gula darah) dengan cara menstimulasi sintesis atau pelepasan insulin yang dilakukan oleh sel beta dari kelenjar langerhans.

Immunomodulator
Lidah buaya bisa digunakan sebagai suplemen tambahan saat masa pengobatan kanker. Sebagai immunomodulator karena lidah buaya dapat menghambat aktivitas komplemen melalui jalur alternative, menghambat produksi radikal bebas dari sel PMN yang teraktivasi sebagai senyawa pembantu dalam produksi antibody spesifik, menginduksi reaksi DTH (delayed-type hypersensitive) dan menstimulasi sel makrofag untuk melakukan aktivitas terhadap antigen.

Antiinflamasi
Lidah buaya bekerja sebagai antiinflamsi, mencegah edema dengan cara menghambat enim siklooksigenase atau menghambat sintesis prostaglandin E2 (PGE2) dari asam arakhidonat.  Senyawa PGE2 merupakan prostaglandin yang dilepas oleh makrofag dan memodulasi beberapa respon radang serta serta meningkatkan sensitivitas nyeri. Ekstrak lidah buaya juga menghambat migrasi dari sel-sel neutrofil.

Antibacteri
Sebagai antibakteri ekstrak lidah buaya menghambat perkembangan bakteri Streptococcus dan Shigella.

Resep
Diabetes melitus
Lidah buaya Aloe vera  sebanyak 2 batang dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dalam 3 gelas, setelah mendidih saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula dan mag
Lidah buaya Aloe vera kira-kira 1 batang dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam selama 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir. Rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan lalu saring. Minum sebanyak ½ gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Sebanyak 2 pelepah lidah buaya Aloe vera dicuci lalu dikupas. Daging buanya digosokkan pada kulit kepala yang sudah dicuci bersih. Lakukan pada sore hari. Bungkus rambut dengan kain. Diamkan semalaman. Keesokan harinya rambus dibilas. Lakukan tiap hari selama 3 bulan.

Posted in Diabetes, Jamu, Perdu, Tanaman Hias | Tagged , , , , | Leave a comment